fimela.com

Kesedihan Nirina Zubir Saat Diberhentikan Dari Pembawa Berita – Bintang tamu aktris Nirina Zubir di saluran YouTube Daniel Mananta Network. Nirina berbicara tentang luka yang dideritanya setelah menikah dan memiliki anak. Mantan VJ MTV itu mengaku mengalami cedera karena tiba-tiba dipecat saat menjadi pembawa berita sebuah acara TV. Meskipun dia telah menjadi wanita berusia 40 tahun sepanjang hidupnya, dia mengakui bahwa dia tidak pernah depresi atau terluka sejauh ini.

Kesedihan Nirina Zubir Saat Diberhentikan Dari Pembawa Berita

adequacy – Saking pedihnya, Nirina yang dikenal dengan kebahagiaannya itu mengaku terus menangis demi takdirnya setiap hari. Kesedihan yang dirasakan Nirina dianggap sebagai perpisahan. Kesedihannya bertambah karena tidak bisa berpamitan menjadi pembawa berita. Bahkan, sebelum akhirnya berangkat menjadi pembawa berita, ia masih diberi tugas akhir menerbitkan berita pada 17 Agustus.

Tapi sekarang dia berterima kasih dan tidak lagi merasa sedih. Ini karena keluarganya terus mendukungnya. Akhirnya setelah keluar dari salah satu channel TV, dia memilih fokus mengurus keluarga.

Siapakah Nirina Zubir ?

Nirina Raudhatul Jannah Zubir atau lebih dikenal Nirina Zubir (lahir di Antananarivo, Madagaskar, 12 Maret 1980; umur 41) adalah seorang pembawa acara dan aktor Indonesia. Ia merupakan putri dari Zubir Amin, seorang diplomat senior yang lahir di Pariaman, Sumatera Barat.

Baca Juga : Atta Halilintar Dan Aurel Akan Gelar Lamaran Dalam Waktu Dekat

Awal karir Nirina Zubir adalah menjadi penyiar radio.

Dalam beberapa hal, ia tidak pernah melupakan pengalamannya mendapatkan penghasilan sebesar Rp25.000 saat menjadi penyiar. Lalu Nirina memasuki industri hiburan dan memulai karirnya, dan menjadi VJ MTV Indonesia, dimana ia berakting untuk pertama kalinya dalam film “30 Days Seeking Love”.

Setelah sukses memerankan Gwen, peran Nirina dalam 30 hari pencarian cinta tak jauh berbeda dengan aslinya. Dia memainkan peran dalam film kedua “Mirror” dan memerankan Kikan pada tahun 2005. Setelah sukses dengan film keduanya, Nirina didaulat untuk membintangi film thriller psikologis “Belah Jiwa” (Belah Jiwa). Dalam film ini, Nirina berperan sebagai Baby Blue. Kematian saudara kembarnya, Baby Pink, membuatnya trauma. Film tersebut juga sukses di pasaran pada akhir tahun 2006.

Pada tahun 2006, pada 11 Mei, film keempatnya dirilis di bioskop dengan nama “Heart”. Di film “Heart”, Nirina juga penuh dengan soundtrack. Nirina menyanyikan lagu berjudul Today, Tomorrow and Beyond.

Kesuksesan film “Heart” berhasil menarik 1,6 juta penonton di tahun 2006, kemudian di tahun 2007, Nirina terus mendominasi dengan film “Married” yang menjadi film tersuksesnya di box office, dengan 2,2 juta orang. Tak heran jika pada 2007, Nirina menjadi aktris film termahal di Indonesia dengan remunerasi Rp 250 juta per film. Sayangnya, ia meraih gelar juara dalam waktu yang lama, karena pada tahun 2008, ia tidak tampil di layar lebar. Predikat tersebut kemudian disandang oleh aktris Acha Septriasa. Pada 2009, Nirina kembali ke jajaran aktris termahal, peringkat keempat dengan dukungan artis Luna Maya.

Anak Seorang Diplomat

Nirina Raudhatul Jannah Zubir adalah pembawa acara dan aktris Indonesia. Tingginya 156 cm. Nirina adalah putri dari Zubir Amin yang lahir di Pariaman, Sumatera Barat.

Pada 6 Februari 2010, pasangan Nirina dan suaminya (Ernest “Cokelat”) mendapatkan putri mereka Zivara Ruciragati Syarif dan putra Elzo Jaydn pada 12 Juni 2012

dibawah ini adalah deretan film yang di bintang oleh Nirina Zubir dan jadi bukti kuat bahwa peran yang Nirina Zubir sangat lah bagus dan patut di acungi jempol.

  1. 30 Hari Mencari Cinta

Disajikan oleh Revaldo, Dinna Olivia, Maria Agnes, Nirina Zubir dan banyak aktor dan bintang keren lainnya, sebuah film baru Komedi. Nirina sendiri memerankan Gwen di film 2004. Di film pertama, kemampuan akting Nirina langsung diakui oleh Independent Film Awards, dan dinominasikan sebagai pendatang baru terbaik, serta dinobatkan sebagai favorit aktris MTV Indonesia Film Awards 2004.

kompas.com
  1. Belahan Jiwa

Belahan Jiwa tak hanya menyedot perhatian banyak aktor papan atas, namun sajian cerita yang unik juga membuat film ini sukses. Ya, film ini dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Marcella Zalianty, Rachel yang dibintangi oleh Maryam, Dinna Olivia dan Nirina Zubir yang membuat penonton sulit untuk berpikir, sehingga meninggalkan kesan kepadan orang-orang dengan akhir yang tidak terduga. Dalam film thriller psikologis ini, Nilena memerankan Baby Blue, seorang arsitek, ketiga temannya, dan Dian Sastrowardoyo mencoba menemukan manusia Bumi yang menghamili mereka.

Selain memiliki kepribadian yang berbeda, mereka berempat juga memiliki latar belakang dan masalah yang cukup kompleks, termasuk Baby Blue yang mengalami konflik internal pasca meninggalnya si kembar Baby Pink.

  1. Mirror

Peran Nirina sebagai Kikan disambut baik oleh pecinta film Indonesia.Bahkan pada acara Penghargaan Film Indonesia, namanya sempat masuk dua kali nominasi sekaligus, yakni Aktris Terbaik dan Aktris Terfavorit tahun 2007.. Kikan adalah siswi SMA yang dikenal dengan keceriaan dan suka diolok-olok teman-temannya. Suatu kali, ia berdandan seperti hantu untuk menakuti Lena dan Dia, meski harus jatuh, gerakannya berhasil.

Jatuhnya Kikan merupakan pengalaman yang mengerikan baginya. Melalui media bercermin, Kikan dapat melihat berbagai peristiwa yang akan menyebabkan kematian orang-orang di sekitarnya.

  1. Heart

Heart menjadi salah satu film romantis terpopuler di tahun 2006. Kisah cinta segitiga yang dibawakan oleh Luna, Farel, dan Rachel sepertinya membuat para remaja di tahun 90-an kesulitan untuk move on.

Kesuksesan film tentang persahabatan dan cinta pertama ini juga berdampak positif bagi para pemainnya, misalnya Irwansyah dan Acha menjadi idola baru. Karir Nirina Zubir semakin bersinar karena kepiawaiannya memerankan Rachel, dan kariernya pun semakin bersinar. Ia membuktikan dirinya sukses membawa pulang Piala Citra kategori “Aktris Ke Jia” dan dinobatkan sebagai “Aktris Terbaik” edisi 2006. Festival Film Internasional Bali.

Selain kualitas performa yang mumpuni, di film ini kalian juga bisa mendengarkan suara merdu Nirina sambil menyanyikan lagu-lagu seperti “Today and Tomorrow” yang tidak berbeda dengan soundtrack film Heart.

  1. Get Married

Sejak dirilis pada tahun 2007, film “Get Married” telah memasuki musim kelima. Berbeda dengan protagonis pria yang telah mengalami banyak pergantian aktor, peran ikonik Menina masih diperankan oleh Nirina Zubir.

Sedangkan untuk pemutaran film bergenre komedi ini, pada acara penghargaan bergengsi tersebut, nama Nirina sudah berkali-kali diikat dengan banyak aktris papan atas Indonesia.

  1. Kamulah Satu-Satunya

Seorang siswi SMA bernama Indah (Nirina Zubir) memutuskan untuk bepergian ke Jakarta dari kampung Bayah  seorang diri. demi Dewa 19, ia berani menghadapi berbagai kendala. Untuk memenangkan undian bagi gadis lain dari kampung halamannya, ia juga harus berhadapan dengan kakeknya, Abah Daim (Didi Petet), yang dengan tegas menolak keinginan cucunya karena masih trauma dengan kehilangan ibu Indah. Jakarta adalah seorang penyanyi.

Ia membawa Nirina menjadi nominasi Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 2007 untuk peran Yingda, dan juga memilih nominasi aktris utama pada Festival Film Jakarta 2007.

  1. Bidadari-Bidadari Surga

Dalam film Bidadari-Bidadari Surga, Nirina berperan sebagai Laisa, seorang wanita pekerja keras yang sangat berhati-hati dan sangat melindungi ibu dan saudara kandungnya dengan baik. Film berjenis drama ini sendiri sudah menjadi film Indonesia, dan banyak air mata yang hilang, alasannya adalah ketulusan dan kesabaran Lysa dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Baca Juga : 11 Drama Korea Bergenre Komedi Romantis 2021

Karena keterbatasan fisik dan penyakit ganas di tubuhnya, Laisa tidak hanya menjadi saudara dari lima anak muda sebangsanya, tetapi juga warga desa yang kehidupannya berangsur-angsur berubah karena keberaniannya mengutarakan idenya dan berusaha mewujudkannya. Sosok manusia.

  1. Silent Hero(es)

Silent Hero(es) adalah film tentang sekelompok anak muda yang berjuang untuk terus berkembangnya budaya Tionghoa di Indonesia, mereka juga mengalami perjalanan yang sulit dari Singawang ke Singapura.

Karena latar belakang ini pula yang menjadikan “Silent Hero” sebagai film berbahasa Indonesia, sebagian besar dialognya didominasi oleh bahasa Mandarin, sehingga tidak heran jika para pengisi acara dituntut untuk bisa berbahasa Mandarin, termasuk Nirina Zubir yang berperan sebagai Karina.Karena kemampuan aktingnya yang luar biasa, ia juga dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terbaik di Festival Film Indonesia 2014.

Tags